hayuningtias10's blog

Just another weblog

praktikum pertama

March2

google

posted under blog, penkom | No Comments »

Pengolahan Informasi dan Persepsi Konsumen

October20
1. Produk seperti apa yang paling cocok menggunakan prinsip closure
Jawab : Closure adalah melengkapi bagian objek yang hilang. Sehingga produk yang paling cocok menggunakan prinsip closure adalah produk yang sudah dikenal banyak oleh konsumen, karena konsumen akan dengan mudah melengkapi bagian yang hilang itu. Sedangkan jika digunakan untuk produk yang kurang terkenal maka dapat mengakibatkan konsumen tidak bisa menangkap maksud iklan tersebut karena terdapat bagian yang hilang dan mereka tidak dapat melengkapinya karena keterbatasan informasi.

 

2. Bagaimana tahap-tahap pengolahan informasi?

Jawab : Ada 5 tahap pengolahan informasi, yaitu :

a. Pemaparan : pemaparan stimulus, yang menyebabkan konsumen menyadari stimulus tersebut melalui pancainderanya.

b. Perhatian : kapasitas pengolahan yang dialokasikan konsumen terhadap stimulus yang masuk.

c. Pemahaman : interpretasi terhadap stimulus.

d. Penerimaan : dampak persuasif stimulus kepada konsumen.

e. Retensi : Pengalihan makna stimulus dan persuasi ke ingatan jangka panjang.

 

3. Mengapa terdapat banyak media untuk mempromosikan suatu produk?

Jawab : Terdapat banyak media untuk mempromosikan suatu produk, seperti televisi, radio, atau media cetak. Media-media tersebut ada untuk saling melengkapi, karena masing-masing memiliki keunggulan dan keunikan tersendiri dalam mempromosikan produk.

 

Gaya Hidup

September20
  1. Diskusikan 5 karakter positif yang dimiliki!

Karakter positif yang dimiliki adalah:

  • Percaya diri
  • Loyal
  • Care
  • Mandiri
  • Tanggung jawab

2. Diskusikan 5 karakter negatif yang dimiliki!

Karakter negatif yang dimiliki adalah:

  • Pemalas
  • Boros
  • Ceroboh
  • Moody
  • Kurang sabar

3. Perhatikan gaya hidup dari masyarakat kita, dan deskripsikan gaya hidup tersebut serta tren yang ada sekarang!

Gaya hidup masyarakat saat ini:

  • Konsumtif, seperti mengkonsumsi makanan dan barang-barang bermerk
  • Mencontoh gaya hidup orang lain, seperti gaya hidup artis
  • Mementingkan gengsi dan tidak mau kalah bersaing dengan orang lain

 

Tren yang ada sekarang:

  • Gadget, seperti BlackBerry, Ipad, Iphone
  • Fashion, seperti baju Syahrini, kerudung Marshanda
  • Musik, seperti banyak munculnya boyband dan girlband
  • Tayangan televisi, seperti film-film korea, sinetron, acara musik
  • Iklan yang menyerupai BlackBerry, seperti BlueBerry, Nexian, Mitto

 

HASIL DISKUSI KELAS KULIAH PERILAKU KONSUMEN “MOTIVASI DAN KEBUTUHAN”

September5
  • Contoh aplikasi Keterlibatan Produk dalam pengambilan keputusan pembelian konsumen.

Produk-produk elektronik pemutar musik begitu banyak macamnya. Kami mengambil dua di antaranya yang saat ini masih beredar di pasar Indonesia, yaitu Radio dan MP4 Player. Menurut kami, kedua produk tersebut amat dipengaruhi ketertarikan konsumen untuk dibeli. Jika diprediksi dan dilihat tingkat ketertarikan konsumen antara keduanya, kemungkinan besar konsumen akan lebih banyak memilih barang kedua, yakni MP4 Player. Hal ini dapat dikarenakan lebih banyaknya kelebihan yang dimiliki MP4 Player daripada Radio.

 

  • Contoh aplikasi Keterlibatan Situasi Pembelian dalam pengambilan keputusan pembelian konsumen.

Produk yang kami ambil dalam permisalannya adalah Baju Muslim Merek ‘Shafira’. Hal itu karena sangat berkaitan dengan pengaruh situasi dalam pembeliannya. Pada saat-saat menjelang Hari Raya Idul Fitri, konsumen berbondong-bondong memilih dan membeli produk tersebut. Namun, ketika hanya pada saat hari-hari biasa, kecil sekali jumlah pembeli yang ada.

Session 1 : Manfaat Mempelajari Perilaku Konsumen

August19

Oleh Hayuningtyas Triwahyuni, Mayor IKK (Ilmu Keluarga dan Konsumen) – College of Human Ecology

 

Konsumen adalah pemakai hasil produksi. Selama ini konsumen sering dianggap sebagai raja, tetapi pada kenyataannya masih banyak kelemahan pada diri konsumen, terutama konsumen Indonesia. Konsumen di Indonesia sangatlah konsumtif, sehingga berbagai macam produk dari  yang paling murah hingga yang paling mahal sekalipun pasti ada konsumennya.

Perilaku Konsumen merupakan semua kegiatan, tindakan, serta proses psikologis yang mendorong tindakan tersebut pada saat sebelum membeli, ketika membeli, menggunakan, menghabiskan produk dan jasa setelah melakukan hal-hal di atas atau kegiatan mengevaluasi. Mengapa perilaku konsumen perlu dipelajari? Pertama adalah untuk kepentingan pemasaran, kedua untuk kepentingan pendidikan dan perlindungan konsumen, dan ketiga adalah untuk perumusan kebijakan masyarakat dan undang-undang perlindungan konsumen.

 

Some questions for us :

1. Why Indonesian people are very consumptive?

 

 

Cerita Inspirasi Orang Lain

September16

Nama   :           Hayuningtyas Triwahyuni

NRP    :           I24100007

Laskar :           7

Keseimbangan Hidup

Dikisahkan, suatu hari ada seorang anak muda yang tengah menanjak karirnya tapi merasa hidupnya tidak bahagia. Istrinya sering mengomel karena merasa keluarga tidak lagi mendapat waktu dan perhatian yang cukup dari si suami. Orang tua dan keluarga besar, bahkan menganggapnya sombong dan tidak lagi peduli kepada keluarga besar. Tuntutan pekerjaan membuatnya kehilangan waktu untuk keluarga, teman-teman lama, bahkan saat merenung bagi dirinya sendiri.

Hingga suatu hari, karena ada masalah, si pemuda harus mendatangi salah seorang petinggi perusahaan di rumahnya. Setibanya di sana, dia sempat terpukau saat melewati taman yang tertata rapi dan begitu indah.

“Hai anak muda. Tunggulah di dalam. Masih ada beberapa hal yang harus Bapak selesaikan,” seru tuan rumah. Bukannya masuk, si pemuda menghampiri dan bertanya, “Maaf, Pak. Bagaimana Bapak bisa merawat taman yang begitu indah sambil tetap bekerja dan bisa membuat keputusan-keputusan hebat di perusahaan kita?”

Tanpa mengalihkan perhatian dari pekerjaan yang sedang dikerjakan, si bapak menjawab ramah, “Anak muda, mau lihat keindahan yang lain? Kamu boleh kelilingi rumah ini. Tetapi, sambil berkeliling, bawalah mangkok susu ini. Jangan tumpah ya. Setelah itu kembalilah kemari”.

Dengan sedikit heran, namun senang hati, diikutinya perintah itu. Tak lama kemudian, dia kembali dengan lega karena mangkok susu tidak tumpah sedikit pun. Si bapak bertanya, “Anak muda. Kamu sudah lihat koleksi batu-batuanku? Atau bertemu dengan burung kesayanganku?”

Sambil tersipu malu, si pemuda menjawab, “Maaf Pak, saya belum melihat apa pun karena konsentrasi saya pada mangkok susu ini. Baiklah, saya akan pergi melihatnya.”

Saat kembali lagi dari mengelilingi rumah, dengan nada gembira dan kagum dia berkata, “Rumah Bapak sungguh indah sekali, asri, dan nyaman.” tanpa diminta, dia menceritakan apa saja yang telah dilihatnya. Si Bapak mendengar sambilkaga tersenyum puas sambil mata tuanya melirik susu di dalam mangkok yang hampir habis. Menyadari lirikan si bapak ke arah mangkoknya, si pemuda berkata, “Maaf Pak, keasyikan menikmati indahnya rumah Bapak, susunya tumpah semua”.

“Hahaha! Anak muda. Apa yang kita pelajari hari ini? Jika susu di mangkok itu utuh, maka rumahku yang indah tidak tampak olehmu. Jika rumahku terlihat indah di matamu, maka susunya tumpah semua. Sama seperti itulah kehidupan, harus seimbang. Seimbang menjaga agar susu tidak tumpah sekaligus rumah ini juga indah di matamu. Seimbang membagi waktu untuk pekerjaan dan keluarga. Semua kembali ke kita, bagaimana membagi dan memanfaatkannya. Jika kita mampu menyeimbangkan dengan bijak, maka pasti kehidupan kita akan harmonis”.

Seketika itu si pemuda tersenyum gembira, “Terima kasih, Pak. Tidak diduga saya telah menemukan jawaban kegelisahan saya selama ini. Sekarang saya tahu, kenapa orang-orang menjuluki Bapak sebagai orang yang bijak dan baik hati”.

Cerita Inspirasi Diri Sendiri

September16

Nama   :           Hayuningtyas Triwahyuni

NRP    :           I24100007

Laskar :           7


Dua Tahun yang Berharga

Sejujurnya sejak perama kali ditugaskan untuk menulis cerita inspirasi dari diri sendiri sebagai salah satu tugas yang harus dipenuhi untuk MPKMB, saya bingung apa yang akan saya tuliskan. Karena awalnya saya merasa tidak ada baik pengalaman maupun sifat dari diri saya sendiri ini yang dapat memberi inspirsai bagi orang lain.

Tetapi kemudian saya teringat akan pengalaman saya sewaktu duduk di bangku SMA. Walaupun bukan merupakan pengalaman saya pribadi, melainkan pengalaman kami – saya dan teman-teman di SMA, semoga bisa memberi inspirasi bagi yang membaca, amin.

Belum lama ini kami masih berstatus pelajar SMA yang duduk di kelas akselerasi atau yang lebih dikenal sebagai kelas percepatan. Kebetulan kami merupakan siswa akselerasi angkatan pertama di sekolah kami. Sebagai angkatan pertama, tentu saja kami mendapat berbagai macam tekanan dan cobaan.

Mulai dari reaksi penolakan beberapa siswa reguler terhadap kami yang mungkin disebabkan karena mereka masih merasa asing dengan kami atau rasa cemburu yang tak beralasan karena fasilitas dan perhatian guru-guru yang diberikan agak berbeda kepada kami. Padahal alasan perbedaan itu sangatlah wajar, kami sangat membutuhkan perhatian guru yang sangat ekstra dan intensif untuk mengejar ketertinggalan kami agar kemampuan kami sama dengan siswa reguler lainnya yang tentu saja mempunyai waktu lebih lama untuk belajar di sekolah selama 3 tahun dan masih mempunyai banyak waktu senggang untuk bermain, untuk merefresh otak yang sudah jenuh karena belajar. Tapi sayang, tidak semua siswa mengerti atau tidak mau mengerti dengan alasan tersebut.

Tekanan lainnya adalah amanat dari pihak sekolah terhadap kami sebagai angakatan pertama yang menjadi penentu ada atau tidaknya angakatan-angakatan lainnya nanti di bawah kami. Kami dinyatakan berhasil jika kami dinyatakan lulus 100% dan 90% nya diterima di PTN. Dan cobaan yang paling tidak terlupakan adalah ketika dua orang diantara kami harus keluar, mereka mengundurkan diri dari kelas akselerasi dan pindah ke reguler. Tentu saja kami semua sangat sedih dan merasa kehilangan, kami sangat mengerti alasan mengapa mereka mengundurkan diri dan menghormati keputusan mereka.

Walaupun begitu banyak cobaan dan tekanan yang ditimpahkan kepada kami, kami tetap semangat, kami tidak mau menyerah begitu saja terhadap cobaan. Kami harus profesional dengan status kami sebagai pelajar, dan justru kami ingin menunjukan ke semua orang bahwa kami mampu, kami sanggup serta bertanggung jawab dengan kewajiban dan pilihan kami untuk masuk ke kelas ini. Kami ingin mengubah pandangan negatif orang terhadap kami menjadi pandangan yang positif. Ketika ada teman kami yang terjatuh, kami akan bersama-sama membantunya karena kami tidak ingin hal sama terjadi lagi – harus ada satu lagi yang keluar. Kami tidak menginginkan itu.

Pada akhirnya pengorbanan kami selama dua tahun itu pun tidak sia-sia. Kami berhasil memenuhi amanat dari pihak sekolah. Dua angkatan di bawah kami sekarang sedang sama-sama berjuang seperti halnya kami dahulu. Dan walaupun sekarang kami berpencar, kami masih tetap menjaga tali kekeluargaan itu. Ya, walaupun hanya dua tahun, satu sama lain diantara kami sudah seperti keluarga sendiri. Dan dua tahun itu pun tentu saja menjadi dua tahun yang tak terlupakan dan sangat berharga bagi kami